Rektor USU: 28 Program Studi Raih Akreditasi Internasional, Bukti Pengakuan Global Perguruan Tinggi

HUT 80


 

Logo


 

DPP


 

Rektor USU: 28 Program Studi Raih Akreditasi Internasional, Bukti Pengakuan Global Perguruan Tinggi

TIGA DARA
Rabu, 27 Agustus 2025


Medan, ( Mitra Desa. My. Id ) Rabu 27 Agustus 2025 – Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukkan kiprahnya sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. Rektor USU, Prof. Muryanto Amin, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025 ini sebanyak 28 program studi (prodi) di USU berhasil meraih akreditasi internasional dari lembaga-lembaga bereputasi global.


“Capaian ini menunjukkan bahwa selain diakui di tingkat nasional, USU juga memenuhi standar global. Ada 28 prodi yang telah mendapat akreditasi internasional,” ujar Prof. Muryanto di Medan, Kamis (27/8), dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-73 USU.


Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut diperoleh setelah USU melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga tata kelola kampus. 


Selain itu, dalam empat tahun terakhir USU juga berhasil meningkatkan status akreditasi 81 program studi menjadi unggul.


“Pada 2025 ini, ada 74 prodi (42 persen) meraih predikat baik sekali, 18 prodi (10 persen) meraih predikat baik, dan tiga prodi (dua persen) berstatus akreditasi minimum karena masih baru berdiri,” jelasnya.


Transformasi Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Rektor menegaskan, momentum usia ke-73 tahun menjadi refleksi atas kerja keras civitas akademika dalam melakukan transformasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Upaya ini diwujudkan melalui enam program prioritas:


1.Kelembagaan dan tata kelola yang adaptif.

2. Adaptasi tugas Tri Dharma.

3. Penataan infrastruktur.

4.Digitalisasi kampus.

5. Enterprise kampus.

6.Penguatan kerja sama.


“Semua program ini diarahkan untuk mewujudkan visi USU sebagai perguruan tinggi dengan keunggulan akademik yang diakui secara internasional,” kata Prof. Muryanto.


Inovasi Digitalisasi Pendidikan

USU juga terus berinovasi dalam bidang pembelajaran digital. Pada semester ganjil 2025/2026, sebanyak 12 prodi terakreditasi internasional mulai menerapkan program plug and play sebagai model pembelajaran digital yang lebih fleksibel.


Menurut Prof. Muryanto, inovasi ini akan menjadi role model dalam menjawab tantangan pendidikan global, khususnya dalam menjalin kemitraan dengan industri.


“Inklusivitas pendidikan menjadi prioritas utama. Melalui layanan Digital Learning Center Building, berbagai fasilitas telah dikembangkan, seperti pembelajaran untuk penyandang disabilitas, laboratorium virtual, perpustakaan digital, hingga ragam sumber digital lainnya,” ujarnya.


Dengan capaian tersebut, USU menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kualitas pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional.

( Fii/Red ) Editor : Sakila